ANDA PERNAH DENGAR TENTANG ITP?

ITP, Saat Darah Sulit Mengering

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit ITP? Wajar jika belum, karena penyakit ini masih tergolong langka. Diperkirakan kasus ITP terjadi pada 100 kasus pada 1 juta penduduk per tahun. Setengah dari jumlah itu terjadi pada anak-anak.
Saat ini banyak orang yang hidup dengan ITP selama bertahun-tahun. Namun, akan berakibat fatal jika penderita ITP mengalami perdarahan hebat tanpa mendapatkan perawatan segera. Agar makin waspada, kita kenalan dengan penyakit ini sekilas.

itp

Apa itu ITP?

ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Idiopathic berarti tidak diketahui penyebabnya. Thrombocytopenic berarti darah yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). Purpura berarti seseorang memiliki luka memar yang banyak. Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari Immune Thrombocytopenic Purpura.
Seseorang yang menderita penyakit ITP, dalam tubuhnya membentuk antibbodi yang mampu menghancurkan sel-sel darah merahnya, terutama platelet trombosit sehingga jumlahnya menurun dan menimbulkan perdarahan. Secara normal, trombosit dalam darah berkisar antara 150.000-450.000/dl. Pada seorang yang memiliki ITP; kadar trombositnya dibawah 50.000/dl.

ITP Belum Diketahui Penyebabnya

Penyebab pasti ITP sampai hari ini masih dalam tahap penelitian. Penelitian-penelitian di negara maju hingga saat ini menyimpulkan bahwa penyebab ITP adalah murni dari sistem imun yang rangkaiannya panjang.
Fenomena ini tentu merupakan suatu keadaan yang cukup menyulitkan medis karena pada masing-masing orang sistem imunnya berbeda. Ada yang berat, ada yang ringan, ada yang respons dengan obat, ada pula yang tidak respons dengan obat.

Gejala ITP Mudah Dilihat

Secara kasat mata, ITP-ers akan dengan mudah mengalami luka memar atau yang lebih parahnya lagi bisa mengalami perdarahan dalam waktu yang cukup lama setelah sebelumnya mengalami trauma luka.

Secara garis besar, gejala ITP antara lain:
1. Mudah memar atau mengalami perdarahan dalam
2. Timbul bintik-bintik kemerahan pada kulit
3. Perdarahan yang sulit berhenti pada luka kecil
4. Buang air kecil kemerahan
5. Buang air besar berdarah
6. Menstrusi yang tidak berhenti
7. Mimisan/ Gusi berdarah, bukan karena pukulan.

Metode Terapi dan Pengobatan untuk ITP

Pengobatan penyakit ITP umumnya tidak memerlukan pengobatan yang serius tetapi bila terjadi perdarahan dan jumlah trombosit menurun hingga dibawah 20.000/dl maka dianjurkan untuk transfusi trombosit. Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah dengan pemberian kortikosteroid dan dihentikan obat bila sudah meningkat jumlah trombositnya.
Metode pengobatan lain yang efektif adalah dengan terapi ITP. Terapi ini lebih ditujukan untuk menjaga jumlah trombosit dalam kisaran aman, sehingga mencegah terjadinya perdarahan yang banyak. Bagi penderita ITP, hindari pemakaian obat-obatan yang mempengaruhi fungsi trombosit, seperti Aspirin. Bila terapi steroid tidak menunjukkan respon positif, maka diperlukan metode splenektomi atau operasi pengangkatan limpa yang mempunyai presentase respon positif yang lebih besar. Betul, memang penyakit ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, tidak ada ruginya kita menjaga sistem biokimiawi tubuh kita.

Bagaimana Peran Produk Perlebahan dalam Membantu Penderita ITP?

HDI Royale Jelly Liquid
Royal jelly mengandung asam amino esensial, protein, vitamin, dan mineral. Juga mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk proses regenerasi sel seperti gelatin yang dapat memperbaiki jaringan kolagen sekaligus menormalkan sistem antibodi tubuh. Jika sistem antibodi bekerja normal lagi, tentunya penderita ITP dapat sembuh.

HDI Bee Propolis
Memiliki kandungan asam amino, vitamin, dan mineral. Bee Propolis juga mengandung Bioflavonoid dan CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester) yang sangat bermanfaat sebagai antioksidan dan memperkuat serta menjaga kelenturan pembuluh darah. Ini tentu sangat membantu mengatasi gejala perdarahan bagi penderita ITP.

Postingan Populer